Pages

Selasa, 05 April 2011

LESUNG PIPIT

Beri aku dua cekung di pipimu. Kan ku tuang segalon susu. Tak perlu kental tak usah manis. Di sekelilingnya ku pagari dengan roti. Agar semut-semut tak bisa berenang lalu kenyang. Agar mereka tidak mabuk kepayang. Cukup dengan roti lalu mati. Maaf jika aku terlalu egois.

Atau beri aku dua cekung di pipimu. Kan ku isi satu keranjang madu. Tak perlu rasa tak usah asli. Di pinggirnya ku tanami ribuan bunga tulip. Agar lebah-lebah tak perlu membawa gayung. Biarlah mereka terlena oleh bunga seakan di Eropa. Jangan pernah berharap menguras! Maaf aku tetap beringas.

Tapi, susu dan madu hanya dua di antara duga. Duga yang menganga. Karena niscaya lari tunggang-langgang dikejar nafsu dunia. Mengapa harus takut? Bukankah mimpi sebentuk sugesti dalam remang-remang ruang angan?

Kalau begitu beri aku dua cekung di pipimu. Kan ku isi sesendok cinta. Tak akan mewah tak juga megah. Di sisinya ku tanami sebidang kasih. Setiap harinya ku sirami seember sayang. Senjanya adalah percaya. Jika hama menyerang usah kau tegang. Pupuknya saling pengertian. Biar kasih tumbuh dalam kesederhanaan. Dan cinta pada akhirnya menggenang dan membuat kita nyaman.

Maaf, sajakku setengah gila...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar