gadis putih gigi kelinci
murung muka sudah tak lagi
gumam kata beruntai nada
tangis reda di hangat canda
kamu hujan jangan menganggu
wangi tanah takkan diburu
mata indah ogah gemericik
muram kisah susah mengusik
gadis putih gigi kelinci
senyum manis enggan dikunci
titik embun melepas bianglala
kerap kabut dikupas mahacahaya
kamu hujan jangan cemburu
pendar rindu lelaki abu
tangkai bunga sisip telinga
hilang durja karena asmara
............................sementara
Jakarta, Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar