Jendela memapah ingin pada tepi mata kita. Jendela menggoda angan menuju ujung petualangan kita. Jendela mengajak mimpi bergegas menuju gigir makna hidup kita.
Jendela ribut diterpa angin dan diam dikabut dingin. Aku sudi yang kedua, membisu di gemeretak ketakutan kita.
Kamu terbanglah ke singgasana bianglala. Sebab jendela yang tertutup membawaku bermain di pelataran ketidakpastian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar