Demi tenggang
kantung lara kita celup
pada air bernama hidup
pada pekat berupa redup
Kepul berdesir
hangat mengalir
manis gula pasir
Lara ini, resah yang itu juga;
rindu telah lama mati
di pucuk duga
Demi renggang
kita tabur bubuk kecup
pada cemas rinai degup
pada remas usai regup
Senja menggelincir
malam kian getir
Lara ini, resah yang itu juga;
cinta tak mesti bertapa
di kesamaan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar